Strategi Apa Yang Harus Dilakukan Untuk Menjalani Bisnis Baru? Berikut Penjelasannya

Categories: blog

Di zaman sekarang ini, semua kebutuhan apa pun memiliki nilai yang tinggi alias MAHAL. Tak jarang orang yang mendapatkan penghasilan yang kurang mencukupi, beralih ke bisnis sampingan untuk mencukupi kebutuhan. Ya selain itu juga, mungkin mereka yang sudah ada skill di dunia bisnis ingin bekerja sebagai pengusaha saja.

Tapi, tahukan kamu bahwa memulai bisnis itu tidak mudah? Ya, jelas saja itu semua butuh proses untuk menjalani dunia bisnis yang nantinya akan merambah menjadi besar. Belum lagi ada banyaknya para pesaing yang menjalani bisnis yang sama. Kalau tidak pintar-pintar menjalani, maka yang ada bisnis tidak berkembang dan bisa saja bangkrut.

Lalu bagaimana cara mengatasinya? Setiap bisnis berbeda dan masing-masing memerlukan keterampilan khusus, ada beberapa kualitas umum yang harus kamu kembangkan jika kamu ingin memulai bisnis. Bisnis apapun itu dan untuk lebih lanjutnya lagi, di dalam artikel ini kita akan membahas mengenai bisnis. Silahkan simak langsung penjelasannya di bawah ini.

Memahami Apa itu Bisnis

Bisnis sendiri adalah suatu aktivitas baik dilakukan perseorangan atau kelompok (biasanya kelompok) untuk mencapai sebuah tujuan tertentu (profit = uang). Jadi dapat dikatakan bisnis adalah kegiatan untuk mendapatkan penghasilan.

Bisnis juga bisa diartikan suatu kegiatan atau bentuk aktivitas penjualan jasa dan barang yang bertujuan untuk mencari atau memperoleh keuntungan kepada pihak yang berusaha yang berlangsung secara terus menerus selama masih memberikan keuntungan.

Kata bisnis berasal dari bahasa Inggris (business), dari kata dasar busy yang berarti “sibuk” dalam konteks individu, komunitas ataupun masyarakat. Bisnis bukan sesuatu yang asing ditelinga dan masyarakat pada umumnya. Setiap harinya terdapat jutaan orang melakukan kegiatan apa yang dinamakan bisnis. Banyak diantara mereka yang berhasil mengembangkan usahanya dan terus mengalami pertumbuhan setiap harinya.

Apapun berkembang secara bertahap dan butuh proses, termasuk bisnis. Proses tersebut berlangsung sampai saat ini dimana setiap usaha dituntut untuk efisien dalam biaya produksi agar harga akhirnya menjadi rendah. Persaingan bisnis saat ini hanya dimenangkan oleh perusahaan yang berhasil melakukan efisiensi di segala bidang.

Dalam ekonomi kapitalis, dimana kebanyakan bisnis dimiliki oleh pihak swasta. Bisnis dibentuk untuk mendapatkan profit dan meningkatkan kemakmuran para pemiliknya. Pemilik dan operator dari sebuah bisnis mendapatkan imbalan sesuai dengan waktu, usaha atau kapital yang mereka berikan.

Tujuan utama dari sebuah bisnis tentu saja untuk memperoleh keuntungan. Jadi di dalam berbisnis, pelaku-pelaku bisnis akan melakukan berbagai usaha agar bisnis yang dijalankan bisa lancar dan terhindar dari kerugian. Dan sebisa mungkin bisnisnya mampu memberikan keuntungan yang maksimal bagi mereka

Namun tidak semua bisnis mengejar keuntungan seperti ini, misalnya bisnis koperatif yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan semua anggotanya atau institusi pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Bisnis seperti ini kebanyakan dimiliki oleh pemerintah, masyarakat umum atau serikat pekerja.

Setiap bisnis mempunyai bentuk kepemilikan yang berbeda pada setiap tempat. Di Indonesia, bisnis berkembang dengan cepat. Tidak sedikit masyarakat yang menggeluti dunia bisnis dengan berbagai macam jenis kepemilikan seperti berikut ini:

  • Perusahaan Perseorangan

Perusahaan perseorangan adalah bisnis yang kepemilikannya dipegang oleh satu orang. Pemilik perusahaan perseorangan memiliki tanggung jawab tak terbatas atas harta perusahaan. Karena hanya satu orang yang memiliki, mengelola, sekaligus memimpin perusahaan tersebut maka semua risiko yang terjadi pada perusahaan, pemilik tersebut yang menanggungnya. Dalam hal ini, izin usaha secara relatif dapat dikatakan lebih ringan dan lebih sederhana persyaratannya dibandingkan dengan jenis perusahaan lainnya.

  • Persekutuan

Persekutuan adalah bentuk bisnis dimana dua orang atau lebih bekerja sama mengoperasikan perusahaan untuk mendapatkan keuntungan. Sama seperti perusahaan perseorangan, setiap sekutu (anggota persekutuan) memiliki tanggung jawab tak terbatas atas harta perusahaan. Persekutuan dapat dikelompokkan menjadi persekutuan komanditer dan firma. Persekutuan ini bisa dianggap sebagai perluasan dari bentuk perusahaan perseorangan.

  • Perseroan Terbatas (PT)

Perseroan Terbatas atau sering pula disebut dengan Naamloze Vennootschaap (NV) adalah suatu badan usaha yang mempunyai kekayaan, hak serta kewajiban sendiri yang terpisah dari kekayaan, hak serta kewajiban para pendiri maupun para pemilik. Perseroan Terbatas mempunyai modal usaha yang terbagi atas beberapa saham, dimana tiap sekutu turut mengambil bagian sebanyak satu atau lebih saham.

  • Perusahaan Negara Umum (Perum)

Perum adalah bentuk bisnis milik negara dengan tujuan mencari keuntungan namun dengan tidak mengabaikan kesejahteraan masyarakat. Jadi kegiatan usaha Perum adalah untuk melayani kepentingan umum dengan bidang-bidang usaha vital bagi masyarakat.

  • Perseroan Terbatas Negara (Persero)

Persero ini sebelumnya dikenal sebagai Perusahaan Negara (PN). Terjadinya karena PN mengadakan penambahan modal yang ditawarkan kepada pihak swasta. Tujuan PERSERO adalah mencari laba atau keuntungan maksimum dengan menggunakan faktor-faktor produksi secara efisien.

  • Koperasi

koperasi adalah bisnis yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan. Koperasi bertujuan untuk menyejahterakan anggotanya.

Strategi Pemasaran Untuk Bisnis Baru

Dalam dunia bisnis tentunya sangat dibutuhkan sebuah strategi dalam proses produksi sampai proses pemasaran, agar usaha yang dijalani dapat berkembang seperti yang diinginkan. Menjalankan bisnis apa pun, tentu saja ada persaingan. Oleh karena itu, para pebisnis membutuhkan strategi pemasaran agar dapat menembus ketatnya persaingan di dunia bisnis.

Konsep strategi pemasaran yang paling efektif pada sebuah bisnis atau usaha yang baru dimulai memang terbilang lebih banyak tantangannya ketimbang kemudahannya. Berikut ini adalah beberapa strategi pemasaran bisnis untuk usaha baru dirintis yang dapat di lakukan:

  • Pelajari dan Ketahui Tingkat Persaingan

Membangun bisnis sendiri jangan terlena sehingga tidak peduli dengan para pesaing. Berupaya untuk memperoleh semua data penting mengenai apa saja kelebihan dan kekurangan para pesaing akan cukup bermanfaat dan bisa memberikan kamu sebuah kunci memenangkan persaingan bisnis.

  • Perkuat Nama Brand (Merek)

Tahap kedua sebagai seorang pebisnis jangan terlalu berharap akan keuntungan maksimal dan melimpah. Yang terpenting disini adalah tentang seberapa kuat kamu membangun brand atau merek bisnis yang dijalankan sehingga dapat memicu kepercayaan konsumen. Jika ini dapat kamu terapkan, maka sudah mutlak jangka panjangnya adalah potensi penghasilan besar jelas menanti di depan mata.

  • Lakukanlah Promosi

Lakukan upaya promosi atau memperkenalkan produk bisnis kamu kepada konsumen. Usahakan agar promosi yang dilakukan tersebut konsisten, terus-menerus dan dengan cara-cara kreatif sehingga para pelanggan tidak merasa bosan.

  • Lokasi

Faktor penting dalam strategi pemasaran lainnya adalah masalah pemilihan tempat. Itu merupakan strategi mereka dalam membidik pelanggan potensial. Maka, usahakan untuk memilih lokasi yang tepat, strategis agar kesempatan bisnis kamu untuk dapat diakses oleh pelanggan lebih terbuka.

  • Jalin Hubungan Yang Baik Dengan Pelanggan

Untuk dapat menciptakan konsumen yang loyal dan konsisten, tentu membutuhkan pengelolaan hubungan yang baik dengan para pelanggan. Memelihara pelanggan lama lebih mudah dibandingkan mendapatkan pelanggan baru. Karena biaya yang dibutuhkan untuk menarik pelanggan baru sekitar 6 kali lipat daripada memelihara pelanggan lama.

Kamu tentunya tidak mau pelanggan kamu lari ke perusahaan lainnya bukan? Karena itu, buatlah pengelolaan hubungan yang baik dengan pelanggan, seperti membuat kartu member khusus pelanggan dan memberikan potongan harga bagi para member tersebut.

Bagaimana Sikap Yang Harus Dimiliki Oleh Pebisnis?

Kesuksesan para pelaku bisnis bukan hanya semata-mata tentang kualitas produk yang dihasilkan, tetapi juga harus memiliki sikap dan kebiasaan yang dapat membantu usaha terus berkembang. Lalu apa yang harus dilakukan? Berikut ini sikap yang harus dikembangkan agar kamu tetap bisa mengikuti perkembangan zaman dalam berbisnis:

  • Tekun

Sikap yang satu ini menjadi syarat awal jika kamu ingin sukses berwirausaha. Terkadang orang yang tekun akan mengalahkan mereka yang pintar. Ada beberapa pekerjaan yang memang akan mencapai hasilnya ketika kita tekun menggeluti bidang tersebut. Ukurannya ketika banyak orang yang sudah bosan dan meninggalkan maka saat kamu bertahan di posisi tersebut bisa dikatakan tekun.

  • Komitmen Tinggi

Komitmen adalah kesepakatan mengenai sesuatu hal yang dibuat oleh seseorang, baik terhadap dirinya sendiri maupun orang lain. Dalam melaksanakan kegiatannya, seorang wirausahawan harus memiliki komitmen yang jelas, terarah dan bersifat progressif (berorientasi pada kemajuan).

  • Ambisi

Selain target yang sudah dicanangkan seorang wisausaha harus berambisi untuk mencapainya. Tentu ambisi dalam kreatifitas bukan menjatuhkan lawan. Justru berkolaborasi dengan banyak pihak.

  • Agresif

Menjadi agresif bukan berarti kamu selalu berarti berwajah merah dengan urat leher menonjol, serta secara membabi buta meraih setiap kesempatan yang datang ke hadapan kamu. Artinya kamu siap mengambil risiko, terkadang dengan perhitungan dan terkadang mengandalkan firasat kamu.

  • Gigih

Tanpa diragukan lagi, ketekunan adalah sifat yang harus dimiliki seseorang yang berharap bisa menjadi besar dalam bisnisnya. Jadi apa sebenarnya ketekunan itu? Beginilah cara Seth Godin mendefinisikannya:

“Kegigihan bukan berarti hanya menggunakan cara yang sama dari waktu ke waktu. Kegigihan berarti memiliki satu tujuan, dari waktu ke waktu. “

  • Fleksibilitas

Kita sangat dianjurkan untuk menerima segala masukan untuk terus memperbaiki kinerja, bukan kaku yang tidak mendengarkan perubahan dari luar. Tentunya sikap fleksibel menjadi sangat penting dalam berbisnis.

  • Tetap Passion

Dalam berbisnis, passion sangatlah penting. Passion adalah tetap bekerja meskipun kamu sudah sangat bosan, tetap bangkit dari tempat tidur dan melakukan apa yang kamu kejar, walaupun tak ada yang menyuruh kamu. Jika kamu tidak cukup bergairah, kemungkinan kesuksesan bisnis sangat tipis. Namun jika kamu berbisnis hanya karena passion, kamu akan membawa bahaya pada bisnis kamu. Kamu malah bergerak asal-asalan dengan hanya “mengandalkan insting”.

  • Jujur

Kejujuran merupakan landasan moral yang terkadang dilupakan oleh seorang wirausahawan. Kejujuran dalam berperilaku bersifat kompleks. Kejujuran mengenai karakteristik produk (barang dan jasa) yang ditawarkan, kejujuran mengenai promosi yang dilakukan, kejujuran mengenai pelayanan purna jual yang dijanjikan dan kejujuran mengenai segala kegiatan yang terkait dengan penjualan produk yang dilakukan oleh wirausahawan.

  • Belajar Setiap Harinya

Sungguh proses belajar tidak pernah berhenti saat kamu berbisnis. Dan kamu juga seharusnya tidak pernah membiarkannya berhenti. Tidak peduli seberapa besar bisnis kamu berkembang, kamu harus terus belajar setiap hari dan menerapkan teknik baru untuk membuat bisnis kamu menjadi lebih baik.

Nah itulah penjelasan mengenai bisnis serta sikap yang harus dikembangkan dalam menjalankan usaha. Bisa disimpulkan bahwa dalam menjalani bisnis atau usaha, itu semua butuh proses. Jika usaha yang dilakukan sudah berkembang, maka jangan pernah cepat puas dan harus belajar setiap hari bagaimana cara meningkatkan bisnis agar semakin berkembang. Sekian dulu pembahasan kita kali ini, semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk semua para pembaca…