Penjelasan Mengenai “Apa Itu Dividen”

Categories: blog

Apa yang anda harapkan dari berinvestasi di saham? Tentunya adalah return atau tingkat pengembalian. Pernah berpikiran kenapa banyak investor yang tertarik untuk membeli saham dari perusahaan-perusahaan terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Ya, salah satu tujuan para investor tersebut adalah dividen.

Banyak investor yang menjadikan dividen ini sebagai tujuan utama dalam investasi karena dapat memberikan keuntungan yang stabil dimasa sekarang maupun dimasa yang akan datang. Nah, adakah yang tahu Apa yang dimaksud dengan dividen? Untuk lebih lanjut mengenai “dividen” kita simak secara bersama ulasan dibawah ini.

Apa Itu Dividen ?

Dividen adalah bagian laba bersih perusahaan yang dibagikan kepada para pemegang saham sesuai dengan proporsi kepemilikan sahamnya pada perusahaan. Kita semua tahu bahwa salah satu tujuan perusahaan adalah untuk menghasilkan laba. Dan deviden adalah laba yang dibagikan kepada pemilik perusahaan.

Anggapan mengenai deviden dapat dikatakan sebagai sumber modal perusahaan. Deviden menjadi salah satu hal penting bagi investor (pemegang) saham karena saat melakukan investasi dana ke instrumen saham perusahaan pasti akan mengharapkan return yang setinggi-tingginya.

Sebagai investor yang membeli suatu saham, kita tentunya mengharapkan perusahaan tersebut mengalami keuntungan (laba) yang besar. Jika perusahaan membukukan laba yang besar, perusahaan dapat membagikan laba tersebut kepada pemegang sahamnya dalam bentuk dividen.

Alasan perusahaan memutuskan kebijakan dividen dengan pembagian dividen saham (stock dividend) umumnya karena perusahaan menghasilkan laba yang cukup tersedia namun arus kas (cashflow) kurang mencukupi, kondisi kas tidak memungkinkan untuk pembayaran dividen secara tunai.

Sehingga laba dibagikan bukan dengan uang tunai, tapi dibayar menggunakan tambahan saham sesuai dengan persentase kepemilikan jumlah saham perusahaan. Walaupun banyak kasus dimana perusahaan membagikan dividen saham walaupun kondisi kas perusahaan mencukup untuk membagikan dividen tunai.

Tentu banyak faktor dan pertimbangan yang mempengaruhinya. Namun sering juga keuntungan atau laba semuanya tidak di bagi ke dalam dividen, Tapi sebaliknya sebagian dari pada keuntungan yang didapatkan dipakai atau digunakan lagi untuk memperbesar usaha sebuah perusahan.

Biasanya dividen ini dikeluarkan oleh perusahaan yang tidak meraih meraih perkembangan yang relevan atau tidak melakukan investasi kembali.

Sebuah perusahaan juga bisa menerbitkan dividen untuk menarik investor-investor yang sedang mencari sumber penghasilan tetap dan pada biasanya bisa meningkatkan pemegang saham dalam waktu yang sangat panjang.

Pengertian Dividen Menurut Para Ahli

Beberapa ahli di bidang ilmu ekonomi akuntansi pernah menjelaskan apa definisi dividen, diantaranya adalah:

  • Baridwan (1997)

Menurut Baridwan, pengertian dividen adalah bagian dari laba yang dibagikan kepada para pemegang saham yang besarnya sesuai dengan jumlah lembar saham yang dimiliki oleh pemegang saham tersebut. Besar dividen yang didapatkan pemegang saham bisa mengalami perubahan dari tahun sebelum, sesuai dengan besar laba di tahun berikutnya.

  • Scott Besley dan Eugene F. Brigham (2005)

Dividen adalah pembagian uang tunai yang dilakukan untuk pemegang saham dari laba perusahaan, baik laba yang dihasilkan pada periode berjalan atau dalam periode sebelumnya.

  •  Jefferson P. Jones et al. (2009)

Dividen adalah jumlah yang dibayar secara berkala oleh perusahaan untuk pemegang saham sebagai pengembalian modal yang diinvestasikan. Dividen merupakan pembagian laba bersih akumulasi. Mereka biasanya dibayar tunai, tetapi juga dapat dibayar dari aset non kas atau bahkan saham tambahan saham perusahaan sendiri. Semua dividen apa pun bentuknya mengurangi laba ditahan.

  •  Paul D. Kimmel, Jerry J. Weygandt, dan Donald E. Kieso (2011)

Menurut Paul D. Kimmel, Jerry J. Weygandt, dan Donald E. Kieso, pengertian dividen adalah distribusi yang dilakukan perusahaan kepada para pemegang saham secara proporsional sesuai kepemilikan saham. Dengan kata lain, para investor hanya menerima laba sesuai dengan persentase investasinya di perusahaan tersebut.

  • Jamie Pratt (2011)

Pengertian dividen menurut Jamie Pratt adalah distribusi uang tunai, properti atau saham kepada para pemegang saham sebuah perusahaan. Dividen ini dinyatakan oleh resolusi resmi dewan direksi korporasi setiap triwulan dan besarnya diumumkan berdasarkan basis per lembar saham.

  • Nikiforos K. Laopodis (2013)

Dividen adalah pembayaran tunai yang dibayarkan oleh perseroan kepada pemegang saham. Di Amerika Serikat, dividen diijinkan dan biasanya dibagikan pada triwulanan berdasarkan kebijaksanaan dewan direktur perusahaan. Dividen itu merepresentasikan pemegang saham terhadap penerimaan pengembalian langsung atau tidak langsung atas investasi mereka di perusahaan.

Dari definisi-definisi diatas sudah jelas bahwa yang dimaksud dengan dividen adalah pembagian laba perusahaan, kemudian laba tersebut dibagikan secara proporsional sesuai dengan jumlah saham yang dimiliki oleh pemegangnya. Misalkan anda memiliki saham 10%, maka disini anda akan mendapatkan bagian 10% dari total dividen yang dibagikan.

Dalam proses pembagiannya ini, dividen tidak hanya dapat dibagian secara tunai saja, tapi juga bisa dibagikan melalui saham, properti, skrip dan juga likuidasi. Berikut ulasan selengkapnya mengenai jenis-jenis dividen.

Jenis-Jenis Deviden

Menurut Baridwan (1997) Dividen merupakan bagian dari laba yang dibagikan kepada pemegang saham yang sebanding dengan jumlah lembar saham yang dimilikinnya, Dividen yang dibagikan perusahaan bisa tetap dan bisa mengalami perubahan dari dividen yang dibagikan sebelumnya.

Dividen sendiri tidak semata–semata bisa di berikan kepada para pemegang saham. Jika ingin mendapatan dividen, para penanam modal harus memegang saham dalam waktu yang relatif lama yaitu hingga kepemilikan saham tersebut berada dalam periode dimana diakui sebagai pemegang saham yang berhak mendapatkan dividen. Deviden ini juga memiliki beberapa jenis, yaitu seperti berikut ini:

1. Dividen Tunai

Jenis dividen tunai adalah yang paling umum dibagikan kepada pemegang saham. Cara pembayarannya adalah secara tunai. Sehingga, hal ini lebih disenangi oleh para pemegang saham. Terkadang perusahaan public membayarkan dividen ini secara berkala.

Antara dua sampai empat kali dalam 1 tahun. Selain itu, dividen ini biasanya akan dikenai pajak sesuai dengan hukum yang berlaku pada tahun pengeluaran.

2. Dividen Saham

Stock dividend adalah dividen yang dibayarkan dalam bentuk saham, bukan dalam bentuk uang tunai. Pembayaran stock dividend juga harus disarankan adanya laba atau surplus yang tersedia, dengan adanya pembayaran dividen saham ini maka jumlah saham yang beredar meningkat.

Namun pembayaran dividen saham ini tidak akan merubah posisi likuiditas perusahaan karena yang dibayarkan oleh perusahaan bukan merupakan bagian dari arus kas perusahaan.

3. Dividen Properti

Dividen properti ini dibagikan dalam bentuk aset/barang. Tidak dengan tunai ataupun saham. Jenis pembagian dividen ini jarang dilakukan oleh prusahaan. Karena akan lebih sulit perhitungannya. Biasanya perusahaan melakukannya karena uang tunai yang ada di perusahaan sudah terlanjur tertanam dalam investasi perusahaan lain.

4. Dividen Skrip

Pembayaran dividen dengan metode ini dilakukan melalui surat janji hutang oleh perusahaan kepada pemegang saham. Perusahaan melalui surat tersebut menyatakan bahwa di waktu yang akan datang akan membayar dividen dengan jumlah tertentu kepada para pemegang saham.

Dengan dikeluarkannya dividen skrip ini, secara otomatis perusahaan mengakui adanya hutang baru dan hutang ini juga perlu dicatat di neraca. Dan juga, dividen jenis ini biasanya juga dikenai bunga, sehingga perusahaan juga harus membayar bunga hingga hutang tersebut dibayarkan kepada pemegang saham.

5. Dividen Likuidasi

Sesuai dengan namanya, likuidasi merupakan bentuk pembubaran/kebangkrutan perusahaan, sehingga jika ada perusahaan yang melakukan pembayaran dividen likuidasi, sebenarnya itu hanyalah pengembalian modal yang dilakukan oleh perusahaan kepada pemegang saham.

Pembagian deviden dimana sebagiannya adalah pengembalian modal saham. Pembagian deviden likuidasi kepada pemilik saham harus disertai informasi tentang jumlah pembagian keuntungan dan jumlah pengembalian modalnya sehingga pemilik saham dapat mengetahui perhitungan investasinya secara pasti.

Nah, anda juga harus mengetahui bahwa terdapat perbedaan antara dividen properti yang berupa saham dan dividen saham. Dapat disebut sebagai dividen properti (yang berupa saham) ketika dividen yang dibagikan tersebut berasal dari saham perusahan lain yang dimiliki oleh perusahaan yang akan membagikan dividen.

Dan dapat disebut sebagai dividen saham ketika dividen yang dibagikan tersebut berasal dari perusahaan yang membagi dividen tersebut, dengan kata lain dapat disebut sebagai dividen saham jika suatu perusahaan membagikan dividen dengan menerbitkan saham baru kepada para pemegang saham.

Mungkinkah anda juga mempertanyakan bagaimana prosedur pembayaran dividen? Untuk mengetahui cara ataupun prosedurnya, mari kita simak ulasan berikut ini.

Prosedur Pembayaran Dividen

Pengumuman emiten untuk dividen yang segera dibayarkan kepada pemegang saham yang disebut juga dengan tanggal pengumuman dividen. Rincian tanggal yang diperhatikan dalam pembayaran dividen.

Dan Menurut Warsono [2003] terdapat beberapa momen tanggal penting dan prosedur dalam pembayaran dividen tunai kepada pemegang saham :

  • Declaratin Date (Tanggal Deklarasi).
  • Holder of Record Date (Tanggal Pencatatan).
  • Cum-Dividend.
  • Ex-Dividend Date (Tanggap pemisahan dividen).
  • Payment Date (Tanggal Pembayaran).

1. Tanggal Pengumuman (Declaration Date)

Tanggal pengumuman atau Declaration Date adalah tanggal yang secara resmi diumumkan oleh emiten tentang bentuk dan besarnya serta jadwal pembayaran dividen yang akan dilakukan. Pengumuman ini biasanya untuk pembagian dividen regular. Isi pengumuman tersebut menyampaikan hal-hal yang dianggap penting seperti tanggal pencatatan, tanggal pembayaran, besarnya dividen kas per lembar.

2. Tanggal pencatatan (Date Of Record)

Tanggal ini perusahaan melakukan pencatatan nama-nama pemegang saham. Para pemilik saham yang terdaftar pada daftar pemegang saham tersebut diberikan hak, sedangkan pemegang saham yang tidak terdaftar pada tanggal pencatatan tidak diberikan hak untuk memperoleh dividen.

3. Tanggal Cum-dividend

Tanggal ini merupakan tanggal hari terakhir perdagangan saham yang masih melekat hak untuk mendapatkan dividen baik dividen tunai maupun dividen saham.

4. Tanggal Ex-dividend

Tanggal penjualan saham tak lagi melekat hak untuk memperoleh dividen. Jadi ketika investor membeli saham pada tanggal tersebut atau setelahnya, maka investor tak lagi dapat mendaftarkan namanya guna mendapatkan dividen.

Pada tanggal ini transaksi penjualan saham perusahaan dibursa efek terkadang untuk sementara waktu dihentikan. Penghentian umumnya hanya 1-2 hari yang bertujuan supaya perusahaan memiliki waktu untuk mengupdate catatan buku besar akun “Pemegang Saham” perusahaannya.

Umumnya pemisahan dividen ini dilakukan empat (4) hari sebelum perusahaan melakukan tanggal pencatatan. Hak pemilik saham untuk mendapatkan dividen akan melekat pada saham yang dimilikinya 4 hari sebelum tanggal pencatan saham.

5. Tanggal Pembayaran

Tanggal pembayaran (payment date) ini yaitu tanggal dimana pembayaran dividen oleh perusahaan pada para pemegang saham yang telah memiliki hak atas dividen. Jadi pada tanggal tersebut, para investor sudah bisa mengambil dividen sesuai dengan bentuk dividen yang telah diumumkan oleh emiten apakah dividen tunai atau dividen saham.

Kebijakan dividen merupakan salah satu faktor penting yang harus diperhatikan oleh manajemen dalam mengelola perusahaan. Hal ini karena kebijakan dividen memiliki pengaruh yang signifikan terhadap banyak pihak, baik perusahaan yang dikelola itu sendiri, maupun pihak lain seperti pemegang saham dan kreditur.

Bagi perusahaan, pembagian dividen akan mengurangi kas perusahaan sehingga dana yang tersedia untuk membiayai kegiatan operasi maupun investasi akan berkurang. Bagi pemegang saham, dividen merupakan satu bentuk pengembalian atas investasi mereka.

Sedangkan bagi kreditur, pembagian dividen merupakan salah satu signal positif bahwa perusahaan mempunyai kemampuan untuk membayar bunga dan pokok pinjaman. Masyarakat umum juga memandang bahwa perusahaan yang mampu membayar dividen sebagai perusahaan yang memiliki kredibilitas. Nah, ada beberapa syarat yang dilakukan dalam dividen saham

Syarat-Syarat Dividen Saham

Perusahaan yang ingin membagikan dividen namun tidak memiliki dana kas yang mencukupi, tidak serta-merta bisa membagikan dividen begitu saja. Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh perusahaan.

1. Saldo Laba Ditahan Mencukupi

Sama seperti dividen tunai, pembayaran dividen saham juga berasal dari laba ditahan perusahaan. Bedanya, divide saham mengeluarkan uang tunai untuk dibayarkan kepada pemegang saham. Sedangkan dividen tunai menggunakan kas, tidak ada arus kas keluar. Yang ada hanya perpindahan akun laba ditahan perusahaan menjadi modal (ekuitas saham).

2. Disetujui oleh Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)

Sama bersama dividen tunai, pembayaran dalam bentuk dividen saham harus memperoleh persetujuan berdasarkan para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham.

3. Harga Teoritis Saham Sesuai bersama Peraturan yang Ada

Di Indonesia, ada Bursa Efek Indonesia yg mengatur ihwal penerbitan saham baru atau perusahaan yang akan membagikan dividen saham. Manurut anggaran bursa yg ada, harga teoritis saham hasil berdasarkan adanya penambahan saham baru paling tidak memiliki nilai Rp 100.

Kecuali perusahaan bisa membagikan keyakinan kepada bursa efek bahwa jikalau perusahaan tidak membagika dividen saham bisa berpengaruh buruk terhadap kelangsungan hidup perusahaan.

Gimana? Sudah pahamkan guys dengan penjelasan yang ada diatas? Nah jika seseorang yang berinvestasi saham akan mendapatkan dua jenis keuntungan yaitu kenaikan harga saham dan dividen saham yang dibagikan. Dan adapun kebijakan dividen merupakan bagian yang tidak dapat dipisahan dengan keputusan pendanaan perusahaan.

Secara definisi, kebijakan dividen adalah keputusan apakah laba yang diperoleh perusahaan pada akhir tahun akan dibagi kepada pemegang saham dalam bentuk deviden atau akan ditahan untuk menambah modal guna pembiayaan investasi dimasa yang akan datang. Untuk itu demikianlah pembahasan mengenai artikel pada hari ini, maka dari itu sampai ketemu di artikel berikutnya.