Pengertian Bea Cukai, Tujuan Serta Tugasnya

Categories: blog

Ketika mendengar Bea Cukai mungkin hal tersebut sudah tidak asing lagi untuk kalian yang sering pergi ke luar negeri. Biasanya Bea Cukai terdapat di bandara atau pun pelabuhan. Ya, semua barang yang dibawa dari luar negeri akan diperiksa oleh Bea Cukai.

Mungkin sebagian dari kalian masih ada yang belum mengetahui apa sih yang dimaksud dengan Bea Cukai tersebut dan apa saja fungsi-fungsinya. Oleh karena itu, di artikel berikut ini kita akan membahasnya lebih dalam lagi agar mendapatkan informasi yang lebih jelas. Mari kita simak sama-sama artikel di bawah ini.

Pengertian Bea Cukai

Pengertian bea cukai tertuang pada Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 kepabeanan tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 10 tahun 1995. Istilah bea cukai sepertinya sudah menjadi istilah yang cukup sering didengar oleh banyak orang. Bea cukai mungkin terdengar lebih akrab buat kamu yang kerap bepergian ke luar negeri atau yang terlibat dalam ekspor impor.

Nah tahukah kamu jikalau bea cukai tersebut memiliki arti yang berbeda? Banyak orang yang hanya pernah mendengar tanpa memahami lebih dalam mengenai perbedaan antara bea dan cukai. Beberapa beranggapan bahwa bea dan cukai sama saja, padahal bea dan cukai merupakan dua istilah yang berbeda dan digunakan dengan tujuan yang berbeda pula.

Yang pertama adalah kita harus terlebih dahulu membahas mengenai bea. Bea sendiri dibedakan menjadi dua jenis, yaitu bea masuk dan bea keluar. Masing-masing mempunyai pengertian yang berbeda. Pada dasarnya bea masuk dan bea keluar merupakan pungutan yang dilakukan negara berdasarkan undang-undang pabean. Berikut ini adalah masing-masing penjelasannya:

Bea masuk merupakan pungutan yang dilakukan oleh negara berdasarkan undang-undang pabean dan dikenakan pada barang-barang impor. Dengan kata lain, jika kamu mengimpor barang dari negara lain, kamu tidak hanya berkewajiban untuk membayar harga barang tersebut beserta ongkos kirimnya melainkan juga harus membayar pungutan pada negara yang berupa bea masuk tersebut. Besaran bea masuk yang dikenakan berbeda tergandung jenis barang yang diimpor.

Bea keluar merupakan pungutan yang dilakukan oleh negara berdasarkan undang-undang pabean dan dikenakan pada barang-barang ekspor. Bea keluar ini hanya dikenakan pada beberapa jenis barang ekspor. Barang-barang tersebut biasanya merupakan barang-barang yang menjadi kebutuhan di dalam negeri seperti minyak kelapa sawit (CPO), pasir besi, beberapa jenis kayu, rotan dan lain sebagainya. Barang yang kena bea keluar biasanya merupakan produk mentah atau setengah jadi.

Yang kedua adalah pengertian dari cukai. Cukai merupakan salah satu dari jenis pajak tidak langsung   yang pada dasarnya memiliki perbedaan yang cukup mendasar dengan pajak tidak langsung lainnya. Hal ini disebabkan karena beberapa faktor. Cukai dikenakan terhadap barang tertentu secara selektif. Tujuan pengenaan cukai adalah untuk setiap jenis barang berbeda-beda sedangkan bagi pajak umumnya dikenakan secara umum.

Ciri-Ciri Cukai

Pungutan negara yang dikenakan untuk barang-barang tertentu dengan berbagai pertimbangan memiliki sifat atau karakteristik. Adapun karakteristik atau ciri-ciri tersebut adalah sebagai berikut:

  • Konsumsi perlu dikendalikan
  • Peredarannya diawasi
  • Penggunaannya dapat menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat ataupun dalam lingkungan hidup
  • Penggunannya memerlukan pembebanan pungunan negara demi terciptanya keadilan dan keseimbangan (terhadap barang yang dicirikan sebagai barang mewah atau yang memiliki nilai tinggi) dikenai cukai

Sedangkan yang memberikan pengawasan dan yang mengurus mengenai bea cukai adalah Kepabeanan. Ya, pengertian kepabeanan adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan pengawasan lalu lintas barang yang masuk atau keluar daerah pabean dan pemungutan bea masuk.

Apa Tujuan Dari Bea Cukai?

Bea Cukai melakukan pungutan baik untuk barang ekspor maupun impor bukan tanpa tujuan sama sekali. Dengan adanya hal tersebut maka akan mengurangi tingkat impor. Ya, jika barang tersebut memiliki harga yang mahal maka akan mengurangi daya beli terhadap barang itu, apalagi kalo ada padanan barangnya di dalam negeri.

Selain itu tujuan lain Bea cukai tidak hanya melindungi masyarakat, melainkan juga ikut serta dalam berpartisipasi pada pendapatan negara dalam APBN. Dari sini kamu akan lebih menghargai uang dan kembali lagi pada kesehatan diri.

APBN atau bisa disebut sebagai anggaran pendapatan dan belanja negara. Dan nantinya semua ini akan berdampak baik bagi masyarakat, hal-hal yang dilakukan pemerintah untuk sekarang ini hanya untuk kemakmuran dan kesejahteraan rakyatnya.

Tugas Bea Cukai

Segala yang dilakukan oleh bea cukai tentu saja untuk melakukan hal yang terbaik untuk para masyarakat. Adapun fungsi bea cukai adalah sebagai berikut:

  • Penyusunan norma, standar, prosedur dan kriteria yang berada di bidang pengawasan, penegakan hukum, pelayanan dan juga optimalisasi penerimaan negara yang berada di bidang kepabeanan dan juga cukai
  • Perumusan kebijakan di bidang penegakan hukum, pelayanan dan pengawasan, optimalisasi penerimaan negara di bidang kepabeanan dan cukai
  • Pelaksanaan kebijakan di bidang pengawasan, penegakan hukum, pelayanan dan optimalisasi penerimaan negara di bidang kepabeanan dan cukai
  • Bimbingan teknis dan supervisi dibidang pengawasan, penegakan hukum, pelayanan dan optimialisasi penerimaan suatu negara di bidang kepabeanan dan cukai;
  • Kemudian melakukan pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai
  • Serta melakukan pelaksanaan yang fungsi lainnya diberikan kepada Menteri Keuangan

Dimana Saja Kepabeanan Melakukan Pengawasan?

Dalam melakukan kepabeanan juga memiliki lokasi tertentu. Daerah kepabeanan adalah wilayah RI yang terdiri dari wilayah barat, perairan dan ruang udara di atasnya serta tempat-tempat tertentu yang berada di Zona Ekonomi Ekslusif dan landas kontinen yang di dalamnya berlaku sebuah undang-undang ini. Ya, kewajiban pabean adalah semua kegiatan di bidang Kepabeanan yang wajib dilakukan untuk memenuhi ketentuan dalam Undang-undang.

Biasanya kawasan pabean adalah kawasan yang memiliki batas-batas tertentu disetiap unit pelabuhan laut, bandar udara ataupun tempat yang telah ditetapkan sebagai lalu lintas barang yang sepenuhnya berada dalam kawasan pengawasan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Pos pengawasan pabean adalah tempat yang digunakan oleh pejabat bea dan cukai untuk melakukan pengawasan terhadap lalu lintas barang impor dan ekspor. Berikut ini adalah tugas-tugas dari kepabeanan:

  • Kewajiban pengangkut dan pemilik barang untuk menyampaikan pemberitahuan pabean di kantor pabean
  • Kewajiban pemeriksaan pabean yang meliputi penelitian dokumen dan pemeriksaan fisik barang
  • Pembayaran bea masuk paling lambat pada tanggal pendaftaran pemberitahuan pabean impor untuk dipakai
  • Penetapan pejabat bea dan cukai atas tarif dan nilai pabean untuk penghitungan bea masuk
  • Pengeluaran barang impor ke peredaran bebas setelah dipenuhi kewajiban kepabeanan dan mendapatkan
  • Persetujuan pengeluaran dari pejabat bea dan cukai
  • Kewenangan pejabat bea dan cukai untuk melakukan pengawasan, pemeriksaan dan penegahan terhadap sarana pengangkut

Apapun yang dilakukan negara tidak akan pernah luput dari menyeimbangkan segala hal yang ada di dalam negara. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Keuangan dan dipimpin oleh Direktur Jenderal Bea dan Cukai.

Demikianlah uraian di atas seputar bea cukai, semoga dapat dimengerti dan dipahami. Sekian dulu pembahasan kita kali ini dan sampai jumpa di artikel-artikel berikutnya…