Dasar Ilmu Ekonomi Yang Harus Banget Lo Ketahui

Categories: blog

Tak sedikit orang ogah untuk memahami ilmu ekonomi, bahkan mereka terang-terangan berkata bahwa belajar ekonomi juga nantinya nggak terlalu ngaruh dikehidupannya. Jujur, gue pribadi miris banget dengarnya. Nah, tapi disini gue coba untuk mengerti bahwa memang kita nggak bisa memaksa seseorang untuk menyukai sesuatu hal. Yah, mudah-mudahan dengan adanya tulisan ni dapat membuka pandangan kalian akan perihal ilmu ekonomi. Karna pada kenyataanya semua orang tentu akan berurusan dengan uang. Terlepas dari apapun itu jurusan yang lo ambil, bidang ilmu yang lo tekuni, karya hidup lo kelak, pastinya tidak ada profesi yang jauh dari kata uang.

Gue pribadi sebetulnya meyakini bahwa mengejar uang bukanlah tujuan hidup yang tepat. Kita bukan belajar untuk bekerja dengan tujuan hanya untuk mendapatkan uang, tapi kita belajar untuk berkarya dalam hidup, dan uang hanyalah media atau fasilitator agat kita tetap dapat berkarya dengan efektif, sekiranya itu lah pendapat pribadi gue.

Basic reasoning tersebut dapat gue simpulkan bahwa semua orang setidaknya perlu memahami dasar-dasar ilmu ekonomi. Walaupun kelak lo akan berkecimpung pada profesi yang kesannya jauh dari dunia ekonomi, katakanlah seorang insinyur, dokter, programmer, youtube, professional gamer atau aktivis lingkungan sekalipun. Pastinya lo butuh akan pemahaman bagaimana uang itu bekerja.

Lah, emangnya kenapa kalau gue hanya fokus pada bidang yang ingin gue tekuni? Apa masalahnya kalau gue ogah belajar soal ekonomi? Nah, buat lo yang bertanya sedemikian, kiranya akan ada 3 konsekuensi yang lo terima.

  • Lo akan melawatkan banyak peluang untuk dapat berkarya secara lebih efektif dan optimal.
  • Bisa jadi lo harus membagi pikiran lo dengan masalah keuangan sehari-hari, bukannya fokus untuk berkarya lebih jauh.
  • keputusan keuangan yang salah, tidak melihat profesi subjeknya, dan semua itu dapat dihindari dengan pengetahuan dasar ekonomi.

Apakah lo merasa bingung dengan 3 poin tersebut? Okey, biar lebih mudah dibayangkan, izinkan gue menceritakan kisah ironis dari seorang petinju legendaris bernama Mike Tyson :

Nah, buat para pecinta olahraga tinju, gue rasa nggak mungkin nggak ada yang kenal dengan sosok Mike Tyson. Dia adalah petinju legendaris yang terkenal pada eranya, meroket nya nama tyson tak lain berhasil merebut gelar juara dunia di usia belia yaitu 20 tahun. Tak sampai disitu, ia juga menjadi satu-satunya petinju kelas berat yang berhasil mengawinkan gelar WBA, WBC dan IBF.

Saat berada di masa keemasannya, tyson boleh dibilang menjadi atlit dengan berpenghasilan tertinggi di dunia. Tercatat sepanjang karirnya tyson meraih penghasilan berkiras 300 jt USD atau sekitar 5,5 triliun. Bayangkan jika uang segitu kita kalibrasi dengan nilau uang tahun 2017. Gila guys, itu mah banyak banget, kekayaan segitu nggak akan habusa sampai 7 turunan.

“Tapi kenyataanya berkata lain. Percaya atau nggak, pada tahun 2003, tyson dinyatakan bangkut, kekayaan melimpah yang ia miliki semuanya ludes, bahkan tyson memiliki utang sebesar 23 jt USD atau sekitar 207 miliar.” 

Waduhh… gimana ceritanya tuh duet sebanyak 5,5 triliun bisa habis semua bahkan sampai meninggalkan utang? Yah, kalau dilihat dari kacamata umum sih, semua itu disebabkan lantaran gaya hidup sang legend yang tak pernah puas mengumbar-umbar uang. Diketahui, kekayaanya habis hanya untuk membeli rumah, koleksi mobil dan motor sport, perhiasan, gadget dan hal lain yang nggak masuk akan. Singkat cerita, kekayannya ludes tak bersisa, mirisnya tyson pun meninggalkan utang pajak, pengacara dan lain-lain. Nah, kebangkrutan tyson ini salah satu contoh klise kejatuhan keuangan pribadi yang sangat ekstrim.

Tapi kalau dipikir-pikir lagi, apakah alasan dari kebangkrutan tyson itu sederhana hanya karena dia terlalu boros dan konsumtif? Menurut gue sih nggak, buntut masalah bukan karena beliau terlalu boros, tapi karena tyson tidak punya pengetahuan ekonomi yang mendasar untuk mengelola keungannya. Tyson tidak mengerti bagaimana cara uang bekerja. Pada saat itu, tyson enggan mau tau atau bahkan tidak peduli tentang konsep inflasi, tentang kewajiban pajak, apalagi tentang manajemen keuangan.

Yeah, sebagian orang mungkin akan berpikir bahwa kebangkrutan tyson itu contoh yang esktris. Gue pribadi setuju banget, terlebih dalam skala uang kebangkrutan tyson ekstrim banget. Tapi kalau dari segi pola kasusnya, apa yang terjadi pada tyson itu sangat umum terjadi pada orang-orang yang hanya fokus mempertajam bidang ilmu atau kemampuannya, tapi tidak meluangkan waktu untuk mempelajari hal-hal lain yang fundamental, misalnya pemahaman dasar ekonomi dan cara mengelola keuangan.

Emang sepenting itukah mempelajari bagaimana uang bekerja?

Buat lo yang bertanya penting atau tidaknya mempelajari cara kerja uang, gua pribadi sih berpendapat hal tersebut sangatlah penting. Sekali lagi guys, pada tulisan ini bukan maksud gue untuk mendewakana uang atau ilmu ekonomi, tapi kita perlu memahami kondisi finansial yang sehata agar kita tetap terus berkarya, terlepas apapun bidang ilmu yang lo tekuni. Sangat miris sekali jika ada orang yang sangat berkontribusi dalam karya bidang ilmunya, namun langkahnya harus terhenti hanya karna kesulitan menangani keuangan, setuju dong? 

Berapa banyak kita dengan cerita musik berbakat yang terlilit utang, atau seniman kreatif yang sehari-harinya masih harus pusing soal keuangan pribadi, atau ahli masak yang handal tapi restoran yang dikelolanya bangkrut?

 

Oke, apa yang mau gua tulis di artikel ini, memang BUKANLAH resep jitu atau jurus sakti untuk bisa memahami kompleksitas dunia ekonomi dan keuangan. Tapi justru hal-hal yang sangat mendasar dan fundamental terkait ekonomi yang seringkali terlupakan, padahal manfaatnya besar banget untuk diketahui oleh semua orang, terlepas dari apapun bidang profesinya. Nah, apa aja sih pelajaran mendasar ilmu ekonomi yang perlu diketahui?

  • Konsep Inflasi

Hal pertama yang sangat penting untuk dipahami semua orang adalah konsep inflasi. Semua orang, terlepas apapun profesinya, perlu mengetahui bahwa nilai uang akan terus menyusut. Bahwa nilai Rp 100.000 di tahun 2007 itu berbeda dengan Rp 100.000 pada tahun 2017, dan pasti akan berbeda dengan Rp 100.000 di tahun 2027.

Itulah hukum inflasi, dimana harga-harga barang akan naik setiap tahunnya, dan pasti akan terus naik pada tahun-tahun ke depannya. Fenomena inflasi ini adalah pola ekonomi yang sangat wajar dan lumrah. Terjadi di negara manapun, dari negara yang ekonominya sangat maju sampai yang ekonominya tertinggal, semua pasti akan mengalami inflasi setiap tahun. Sekali lagi, inflasi dalam range tertentu adalah fenomena ekonomi yang wajar, dan karena ini pasti akan terjadi, maka dari itu sudah merupakan keharusan kita untuk memperhitungkan faktor inflasi dalam setiap keputusan keuangan kita.

Ironisnya, banyak orang yang masih begitu awam dengan hukum dasar ekonomi ini, masih banyak yang tidak menyadari bahwa inflasi adalah indikator yang sangat penting untuk menjadi tolak ukur keputusan keuangan. Ciri-ciri dari mereka yang belum memahami prinsip dasar ekonomi ini, khususnya mekanisme inflasi adalah mereka yang masih suka bertanya-tanya tipikal pertanyaan seperti ini :

“Kenapa yah negara gak mencetak uang sebanyak mungkin aja supaya semua orang bisa kaya dan kesejahteraan masyarakat bisa merata?”

“Kenapa harga barang setiap tahun selalu naik ya? Pemerintah kerjanya ga becus nih! Apa ngga bisa sesekali harganya jadi turun?”

Nah, apakah lo termasuk orang yang suka bertanya hal sedemikian? Jika iya, berarti lo belum paham tentang apa itu inflasi. Buat yang belum ngerti, nggak usah malu atau minder, dulu juga gue sempat nggak ngerti tuh kenapa pemerintah nggak nyetak duit aja banyak-banyak biar bisa nolongin orang miskin, hehe…

Buat lo yang udah penasaran pakek banget untuk memahami konsep inflasi, gue sarankan deh untuk lo membaca artikel ini. Gue jamin deh setelah lo baca artikel itu, pertanyaan lo akan tuntas terjajawab.

Nah, setelah lo memahami betul apa itu inflasi, tidak hanya pandangan kita tentang nilai uang terhadap waktu yang akan dirombak total, tapi juga keputusan-keputusan penting kita dalam hal keuangan.

  • Prinsip nilai dalam ekonomi

Well, pelajaran penting berikutnya adalah prinsip nilai dalam ekonomi. Bingung maskudnya gimana? So, gini sederhananya kita kudu perlu dulu memahami mengapa sesuatu itu dianggap bernilai atau berharga. Mengapa hal itu dianggap bernilai, sejauh mana nilainya dan apakah ada yang bisa menggantikan nilai tersebut? Contoh masalahnya akan coba gue ilustrasikan dalam simulasi percapakan 2 pemuda ini.

Andy Cen : Eh ncep, lo tau nggak kenapa emas dianggap lebih bernilai daripada logam atau lainnya
Asep Ber : Kenapa ya ndy? Oh mungkin emas adalah logam mulia
Andy Cen : Iya gue tau, tapi kenapa emas dianggap logam mulia Kenapa dihargai lebih mahal
Asep Ber : Wah, nggak ngerti deh, udah dari sana kali mahalnya

Buat lo yang belum bisa jawab kenapa emas dianggap lebih berharga dari senyawa padat kimia lainnya, atau cuma bisa jawab ya karena udah dari sananya mahal atau karena bentuknya indah, jadi bisa dijadikan perhiasan dan jawaban-jawaban lucu lainnya, berarti lo belum memahami konsep nilai dalam ekonomi.

Contoh kasus lain yang masih nyambung dengan emas, bisa kita lihat pada kebudayaan bangsa Aztec 500 tahun lalu yang sangat berkelimpahan dengan emas tapi justru menganggap biji cokelat jauh lebih berharga daripada emas. Eit, itu bukan berarti bangsa Aztec bodoh ya, bagi mereka emas-emas itu emang hampir ngga ada nilainya, ngga bisa dimakan juga toh? Bagi Bangsa Aztec, emas itu cuma bahan dasar bikin kerajinan dan pajangan doang.

Nah lho, kok bisa gitu sih? Kok bisa ada sekelompok masyarakat yang menganggap emas sangat berharga misalnya Spanyol yang bertemu dengan Aztec 500 tahun lalu, sementara bagi kelompok masyarakat lain, emas dianggap tidak berharga. Nah, kalau lo masih bingung, berarti lo belum memahami konsep nilai dalam ekonomi.

Bicara soal konsep nilai dalam ekonomi, nggak sedikit juga yang suka berpikiran simpel, bahwa sesuatu yang bernilai dalam ekonomi, adalah sesuatu yang bermanfaat dan penting bagi manusia secara fundamental. Kenyataannya, konsep nilai dalam ekonomi tidak selalu sejalan dengan nilai manfaat. Nggak percaya? Sekarang coba pikirin aja, udara dan sinar matahari bermanfaat nggak bagi manusia? Bermanfaat banget. Udara dan sinar matahari punya nilai ekonomi nggak? Nggak ada nilainya. Nggak ada yang mau nukerin udara dan sinar matahari dengan beras sekilo. Nilai ekonomi itu nggak selalu berhubungan dengan nilai manfaat, dan juga sebaliknya.

Nah, konsep nilai dalam ekonomi ini adalah prinsip awal yang perlu lo ketahui agar memiliki perspektif yang tepat dalam mengambil keputusan ekonomi, khususnya dalam praktek pertukaran nilai atau transaksi jual-beli, baik dalam berbisnis, berdagang, maupun dalam berinvestasi. Buat lo yang ingin memahami lebih jauh tentang konsep nilai dalam ekonomi, bisa baca penjelasannya pada tulisan ini. 

  • Manajemen keuangan

Semua orang, tak terlepas apapun itu profesinya, pasti nggak akan jauh dengan uang. Iyakan? Nah, masalahnya banyak orang yang nggk mau pusing dalam mengatur keuangannya, pokoknya fokus cari duet aja deh. Pengelolanya bodo amat, yang penting masih bisa nabung dan jangan terlalu boros, gitu deh.

Bisa jadi, mekanisme hemat plus menabung itu cukup dalam perputaran uang bulanan yang sederhana. Contohnya seperti yang mungkin lo alami sekarang, anggap deh lo yang lagi baca tulisan gue ini adalah pelajar atau mahasiswa. Nah, sebagi pelajar atau anak kuliahan so pasti sumber pemasukan duit kalian adalah dari uang jajan atau kerja sampingan, pengeluaran untuk kebutuhan sehari-hari atau hiburan.

Dengan gaya hidup sederhana plus rajin menabung, mahasiswa kere juga bisa bebas dari masalah keuangan. Masalahnya, pola perputaran uang di dompet lo nggak akan sesederhana itu ketika nanti lo masuk ke dunia kerja. Pada jenjang dunia kerja, lo akan berhadapan dengan tagihan pajak, iuran asuransi dan dana pensiun, tagihan cicilan kredit, laju inflasi, bunga pinjaman bank dan tentu masih banyak lagi.

Sayangnya, manajemen keungan di dunia kerja itu tidak akan sesederhana menabung dan berhemat saja. Selama lo nggak tahu atau bahkan enggan mau tahu tentang bagaimana uang berputar di rekening bank, jangan heran kalau nanti jumlah tabungan lo ganambah-nambah, atau mungkin bertambah sedikit tapi tetap nggak mampu mengjar laju inflasi, atau kenaikan harga yang secara teknis artinya sama aja dengan duit lo berkurang.

So, gimana dong caranaya supaya manajemen keuangan kita baik, penasaran? Nah, langkah pertama yang harus lo lakuin adalah mengenal intrumen untuk menyimpan asset lo, pastinya ada banyak cara lain untuk menyimpan duit supaya pertumbuhannya bissa mengejar inflasi, selain dengan hanya menabung di bank.

Contohnya instrumen lain itu apa aja sih? Banyak banget, ada deposito, reksa dana, obligasi, logam mulia, mata uang asing, saham, properti, dan masih banyak lagi. Oke, pada awalnya mungkin lo menganggap nama-nama itu begitu asing, canggih, mewah, rumit, atau mungkin lo mikir bahwa instrumen-instrumen itu adalah mainan canggih anak-anak ekonomi dan sama sekali bukan ranah orang awam.

Padahal realitanya, tidak hanya anak ekonomi saja yang harus berhati-hati dalam menyimpan uangnya, tapi semua orang juga perlu tau dan hati-hati dalam menyimpan uang, agar nilainya terus bertumbuh, minimal bisa mengejar inflasi.

Terus sebaiknya pilih instrumen yang mana dari sekian banyak pilihan itu? Nah kalau soal itu, sebetulnya tergantung dengan situasi dan rencana keuangan lo baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Karena setiap instrumen itu, punya nilai plus dan minus-nya masing-masing yang perlu disesuaikan dengan situasi keuangan serta rencana lo ke depannya. Saran gue, dari sekarang lo mulai deh pelajari pelan-pelan setiap instrumen itu, jadi nanti ketika lo sampai di dunia kerja, lo udah punya perencanaan keuangan yang lebih matang.

  • Mengetahui tipe-tipe jebakan batman

Maksud gue disini bukan jebakan batman beneran ya guys. Tapi seiring lo menjalani hidup kedepannya, makin banyak lo akan bertemu dengan banyak jebakan ekonomi yang sebenarnya bisa dengan muda lo hindari, kalau saja lo memahami pola hukum dasar ekonomi. Unsur trik dalam dunia ekonomi yang gua maksdu ini bisa gua bagi menjadi 2 kategori :

  1. jebakan yang terjadi secara naturan dalam dinamika pergerakan ekonomi.
  2. jebakan yang memang dipasang oleh oknum tertentu, dengan memanfaatkan ketidaktahuan korbannya seputar dunia ekonomi.


Contoh jebakan ekonomi yang terjadi secara natural

Masih inget fenomena batu akik tahun 2015? Tiba-tiba semua orang demam batu akik? Dari kalangan selebriti, pejabat sampai tukang becak tiba-tiba semua ngurusin batu akik. Harga batu akik sempat melonjak tajam, bahkan mencapai milyaran Rupiah! Namun tidak lama setelah lebaran tahun 2015, mendadak batu akik jadi tidak terlalu banyak diminati lagi, harga batu akik terjun bebas dan membuat para kolektor panik.

Bukti volume pencarian keyword ‘batu akik’ di google

“Ayo buruan beli, mumpung harganya masih segini! Kalo harganya udah makin mahal, bisa langsung kita jual lagi! Jangan takut kalo barang ini gak bisa dijual, barang ini lagi laku banget, bahkan harganya akan naik terus!”

Bayangkan betapa ruginya orang yang memburu batu akik sebelum lebaran dengan modal hingga ratusan juta lalu ketika hendak menjualnya setelah lebaran ternyata harganya sudah merosot tajam hingga hanya laku dijual ratus ribu rupiah per satuannya. Tragis kan? Padahal bagi yang tau pola ekonomi, fenomena batu akik ini bukanlah hal baru, sebelumnya ada fenomena ikan louhan, bunga tulip, tanaman anthurium dan lain-lain. Dalam dunia ekonomi ini seringkali disebut dengan economic bubble atau gelembung ekonomi.

Ingat, orang yang tidak mempelajari sejarah dan pola ekonomi, hanya akan mengulang kesalahan-kesalahan yang udah dilakukan oleh orang lain.

Contoh jebakan ekonomi yang sengaja dipasang

Wah, kalo ini ada banyak banget contohnya. Gua berharap lo secara pro-aktif mencari tau sendiri cerita-ceritanya. Beberapa yang paling sering terjadi adalah jebakan ponzi ponzi scheme, yaitu mekanisme penipuan uang berantai. Mekanisme penipuan Ponzi ini pada prinsipnya adalah penggelembungan aset turunan berbentuk piramida. Walaupun Charles Ponzi penipu yang menciptakan mekanisme penipuan ini yang sudah lama meninggal, tapi mekanisme penipuannya masih marak terjadi dengan kemasan yang berbeda-beda, terkadang bentuknya berupa produk barang, jasa, sistem, mlm, dan lain-lain. Tapi biasanya ciri khasnya adalah bentuk alur distribusi barang dan uang berantai berupa konsep piramida.

Padahal, Indonesia sudah memiliki undang-undang hukum yang jelas melarang mekanisme distribusi barang, aset, uang dalam skema piramida, tepatnya adalah Undang-undang No.7 tahun 2014 tentang perdagangan, pasal 9 dan pasal 105.

Selain itu, terdapat juga mekanisme jebakan lainnya yang memanfaatkan keterbatasan orang awam terhadap pengetahuan ekonomi dasar, misalnya seperti tawaran investasi bodong, asuransi bodong, jual gantung properti, dan berbagai macam bentuk penipuan lainnya. Kalo gua bahas satu per satu, rasanya akan jadi panjang banget artikel ini. Supaya praktis, gua akan coba tulis ciri-ciri jebakan, scheme, penipuan yang sering banget terjadi di Indonesia. Berikut adalah ciri-ciri jebakan ekonomi :

  • Menjanjikan lo untuk mendapatkan manfaat yang sangat besar secara cepat dan mudah.
  • Memberikan jaminan dan kepastian pengembalian investasi dengan angka yang fantastis.
  • Berupaya membuat lo mengambil keputusan terkait keuangan sesegera mungkin.
  • Memberi kesan pada produk atau sistem yang dia tawarkan adalah yang sebuah rahasia yang tidak diketahui banyak orang.
  • Memberi kesan bahwa lo sangat beruntung karena mendapatkan kesempatan langka, oleh karena itu kesempatan tersebut harus diambil sesegera mungkin. Subjek yang menawarkan biasanya tampil rapi, sangat meyakinkan, dan penuh percaya diri.

Nah, kalo lo ketemu dengan ciri-ciri di atas, besar kemungkinan lo lagi jadi target penipuan guys, so agak hati-hati ya…

  • Memahami sumber perputaran uang lo

Basic ilmu ekonomi yang terakhir ialah dengan lo memahami perputang uang yang lo jalani. Ingat, kalau tidak mau berakhir seperti Mike Tyson, jangan hanyak fokus untuk mempertajam atau meningkatkan skill teknis saja, lo juga harus tau darimana sumber uang berasal dan kemana dia akan mengalir. Setidaknya, telusuri secara khusu pada bidang yang jadi keahlian lo.

Seorang ahli masak yang hanya fokus pada kemampuan teknisnya saja, bisa jadi malah jatuh bangkrut dalam prosesnya membuka usaha restoran, hanya karena dia tidak paham resep bagaimana memutar uang di bidang usaha kuliner. Pelajari darimana uang itu mengalir.

Faktor-faktor apa saja yang bisa membuat bidang usaha lo terancam dan faktor-faktor apa aja yang bisa membuat perputaran finansial lo bergerak positif. Lihat trend pasar di bidang lo dan pelajari bagaimana lo bisa menyalurkan kemampuan lo secera tepat dan efektif.

Tips terakhir dari gue adalah  pahami perputaran uang di bidang yang lo jalani. Ingat, kalau tidak mau berakhir seperti Mike Tyson, jangan hanya fokus untuk mempertajam atau meningkatkan skill teknis saja, lo juga harus tau darimana sumber uang berasal, dan kemana dia akan mengalir. Setidaknya, telusuri secara khusus pada bidang yang jadi keahlian lo.

Seorang ahli masak yang hanya fokus pada kemampuan teknisnya saja, bisa jadi malah jatuh bangkrut dalam prosesnya membuka usaha restoran, hanya karena dia tidak paham “resep” bagaimana memutar uang di bidang usaha kuliner. Pelajari darimana uang itu mengalir dari hulu ke hilir. Faktor-faktor apa saja yang bisa membuat bidang usaha kamu terancam, dan faktor-faktor apa saja yang bisa membuat perputaran finansial kamu bergerak positif. Lihat bagaimana trend pasar di bidang kamu, dan pelajari bagaimana kamu bisa menyalurkan kemampuan kamu secara tepat dan efektif.

So, demikianlah dasar ilmu ekonomi yang gue bahas diartike ini, moga-moga bisa bermanfaat buat lo semua. Perlu diingat bahwa apa yang gue tulisi disini, merupakan pengetahun mendasar yang gue kemas agar bisa berguna secara universal, terlepas apapun bidang karya lo diluar sana. In till see you next time! Stay classy. Bye